· PRO MBAH MARIJAN
Kita sebagai pemimpin harus bertanggung jawab atas tugas yang kita emban. Mbah Marijan telah diamanati oleh Sri Sultan Hamangkubuwono IX untuk menjaga Gunung Merapi. Dan Mbah Marijan pun telah melaksanakan mandat dari Sri Sultan. Beliau telah menjadi juru kunci selama 28 tahun. Pada tahun 2006 Mbah Marijan telah berhasil meyakinkan masyarakat sekitar Merapi bahwa Merapi yang telah diramalkan akan meletus oleh BMKG dapat disanggah oleh Mbah Marijan. Dan Merapi mengurangi status siaganya, sehingga Merapi tidak meletus. Akhirnya Mbah Marijan bisa meredam kepanikan masyarakat pada waktu itu. Mbah Marijan telah menghembuskan nafas terakhirnya bersama meletusnya Gunung Merapi 2010.
Jadilah pemimpin seperti Mbah Marijan yang memegang teguh amanat yang diberikan hingga akhir hayatnya.
· KONTRA MBAH MARIJAN
Di satu sisi ada pula yang kontra terhadap Mbah Marijan, karena Mbah Marijan kurang memahami keadaan Merapi secara ilmiah. Dia hanya berpikir secara konservatif atas apa yang biasa dilakukan di daerah tersebut. Dengan katalain hal ini merupakan pemikiran budaya setempat, hasil pemikiar dari masyarakat sekitar yang masih awam mengenai hal-hal yang bersifat ilmiah. Seharusnya Mbah Marijan bisa menggabungkan antara pemikiran adat dengan pemikiran secara ilmiah. Sehingga masyarakat dapat dievakuasi dan tidak terlalu memakan banyak korban dalam keadaan sia-sia.
· BMKG
Berdasarkan hasil penelitian BMKG bahwa tanda-tanda Merapi akan meletus sudah dapat terlihat. Sehingga perlu adanya kewaspadaan dan antisipasi masyarakat jika sewaktu-waktu Merapi meletus, mereka sudah siap untuk dievakuasi. Sehingga dapat mengurangi korban yang berjatuhan.
· KESIMPULAN
Dalam kasus ini, pihak yang pro terhadap Mbah Marijan cenderung menggunakan pemikiran yang supranaturalis, sedangkan pihak yang kontra terhadap Mbah Marijan berpikir secara naturalis atau ilmiah.
Dalam masalah ini, kita harus berpikir secara kritis. Karena dengan pemikiran yang kritis tidak hanya bertitik tumpu pada satu pemikiran yang terkadang terdapat kekurangan didalamnya.
pada dasarnya kepercayaan tersebut sudah melekat pada masyarakat di wilayah yogyakarta pada umumnya dan pada masyarakat sekitar gunung merapi pada umumnya ..
BalasHapusbaik yang pro maupun kontra sebenarya telah meyakini bahwa mbah marijan sebagai juru kunci gunung merapi ..
masyarakat hendaknya harus bisa memadukan kedua pemikiran yang berbeda ,yaitu antara pemikiran mbah maridjan yang cenderung masih berfikir scr tradisional,,yang msh percya pd hal-hal mistis,dan pemikiran ilmiah dr pihak yang sdh lbh paham dengan ilmu vulkanologi.
BalasHapusmufli KI C/ 10470065
Mu'amaroh(10470080)
BalasHapushendaknya kita dapat mengambil sisi positiv dari keduanya,,
pemikiran mbah marijan yang cenderung kejawen dan dipadikan dengan ilmu vulkanologi..