Rabu, 26 Januari 2011

STUDI ISLAM BATASAN PEMIKIRAN

A. Pengertian
Untuk mendapatkan pengertian tentang islam, ada tiga istilah yang perlu dikemukakan, yakni : (1) Islam, (2) Syari’ah, dan (3)wahyu.  Pengertian masing-masing kata ini dikemukakan berikut.   Dari sisi bahasa (asal kata), kata Islam berasal dari kata salima, berarti selamat, tunduk, berserah. Adapun kata syari’ah berasal dari kata  شرع  ئِشرع   شرئعه Dari sisi bahasa berarti sumber air yang dituju. Stari’at dapat pula diartikan membuat peraturan. Dapat pula berarti melalui atau mengatur.
Sedangkan wahyu berasal dari kata waha, wahyun, mempunyai arti al-isyaratun, member isyarat atau petunjuk. Maka arti kata awha allahu ilaihi berarti Allah memberikan wahyu kepadanya, atau Allah memberikan petunjuk kepadanya. Whyu dapat pula berarti memberikan inspirasi.
Berdasarkan asil dialog para ulama, Islam dikelompokan dalam 3 kelompok besar, yakni :
1)      Akidah/teologi,
2)      Syari’ah/hukum, dan
3)      Akhlak tasawuf
Pengelompokan lain adalah :
Pertama, ilmu kalam, yang mencakup hukum-hukum yang berhubungan denan zat Allah dan sifat-sifat-Nya,iman kepada malaikat-malaikatnYA, Iman kepada kitab-kiitabNya, iman kepada rasul-rasulNya, iman kepada hari akhirat, dan iman kepada qada dan qadar.
Kedua, ilmu fikih, yang melingkupi hukum-hukum yang berhubungan dengan perbuatan-perbuatan manusia (hamba) dalam bidang ‘ibadah , mu’amalah, ‘uqubah, maupun lainnya.
Ketiga ilmu akhlak, yang mencakup “pengolahan” jiwa sehingga semakin baik, dengan cara menjalankan keutamaan-keutamaan dan menjauhi perbuatan-perbuatan tercela.
B. Islam Normatif dan Islam Historis
Istilah yang hamper sama dengab Islam  normative dan Islam historis adalah Islam sebagai wahyu dan Islam sebagai produk sejarah.Sebagai wahyu, Islam didefinisikan sebagaimana ditulus yakni  “Wahyu ialah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. Untuk kebahagian kehidupan dunia dan akhirat.
Sedangkan Islam historis atau Islam sebagai produk sejarrah adalah Islam yang dipahami dan Islam yang diprsktekan kaum muslim di seluruh penjuru dunia, mulai dari masa nabi Muhammad SAW sampai sekarang.
C. Objek Kajian (Studi) Islam
Dari kajian ini menjadi jelas bahwa yang menjadi obyek kajian (studi) Islam adalah semua hal yang membicarakan tentang islam, mulai dari tingkat wahyu berupa nash, hasil pemikiran para ulama, sampai pada level praktek yang dilakukan masyarakat muslim. Dengan adanya perbedaan level kajian menentukan juga pendekatan dan metode yang digunakan. Untuk tujuan ini perlu sedikit dituliskan sejarah perkembangan metode dan model kajian keislaman.
Dapat disebut bahwa ada tiga model berpikir yang berkembang dalam khazanah pemikiran umat manusia, dan sekaligus menjadi tolak ukur benar atau tidaknya sesuatu, yakni :
1. Model berpikir rasional
2. Model berpikir empirical, dan
3. Model berpikir intuitif (irrasional)

 Materi Kuliah 29 Oktober  2010
Pemikiran Kritis


 






Contoh pendidikan kritis.
1. Fazlurahman                                 :  Pendidikan Islam yang kritis dengan kritik sejarah.
2. Mansur Faqih                : Pendidikan Islam yang kritis adalah yang terlepas dari dominasi
3. Athiyah Al-Abrosy       : Mengenal 8universalisme Islam, mengembangkan prinsip-prinsip kesetaraan.



4 komentar:

  1. apa akidah,syariah dan akhlak tasawuf??
    sebaiknya dijelaskan terperinci juga,
    nama:resti wulan sari
    NIM:10470082

    BalasHapus
  2. 1. Model berpikir rasional
    2. Model berpikir empirical, dan
    3. Model berpikir intuitif (irrasional)

    tolong jelaskan model-model pemikiran tersebut????


    nama: sanapi
    nim:10470054

    BalasHapus
  3. hallooooo...
    kelompok satu gmn kabarnya????
    masi ada anggotanyakan?????
    kok prtanyaan ku ga dijawab-jawab,knp?????


    nama: sanapi
    nim: 10470054

    BalasHapus
  4. klompok satu anggotanya ada ga???
    komennya kok ga da yang jawab????

    BalasHapus