Selasa, 14 Desember 2010

PERINGATAN MAULID NABI (MULUDAN)

Muludan adalah perayaan maulud nabi yang diadakan di desa Bumijawa kec. Bumijawa Kab. Tegal. dalam perayaan maulid ini masyarakat tidak hanya memperingati secara agama, namun dalam kebudayaan setempat masyarakat masih menjunjung tradisi yang dilakukan, yaitu pemandian atau penyucian "Bende". Bende adalah sejenis gamelan yang menjadi simbol lahirnya sebuah sungai yang menjadi sumber air di Desa tersebut. Penyucian benda ini bertujuan untuk menghormati jasa Mbah Cemuluk yang menjadi pembuka sungai tersebut. Penyucian benda dilakukan pada siang hari sebelum di arak pada malam hari. Serangkaian ritual dan pembacaan ayat dilakukan sebelum proses penyucian. Sewtelah disucikan dengan mata air dari sungai tersebut, air hasil penyucian lalu di tempatkan dalam suatu wadah. Dan pada malam hari di bagikan pada masyarakat yang menginginkannya. Hal ini dilakukan bersamaan dengan pengiringan bende dan karnaval. Dalam karnaval tersebut masyarakat membuat dan mengarak patung-patung besar yang disebut "Aul" sebagai bentuk suka cita masyarakat akan datangnya bulan maulid. Patung tersebut dibuat seperti Burung ababul, gajah, para khalifah, gua hiro dan semua bentuk yang menceritakan pada masa nabi. Dahulu masyarakat setempat masih kental dengan tradisi ini, hingga sekarang masyarakat masih menjunjung tradisi ini. Namun tidak sesakral dahulu. Berkembangnya pemahaman tentang islam menjadikan mesyarakat menjunjung tradisi tersebut hanya sebagai pelestarian kebudayaan dan tradisi yang sudah membudaya dalam masyarakat setempat.

17 komentar:

  1. @Irfa Maalina : Seperti komentar saya pada materi yang sebelumnya bahwa budaya hanya dapt dijadikan sbg media perluasan. dan kesadaran masyarakat terbangun dengan adanya pendalaman dan pemahaman mengenai dua sisi yang berbeda. yaitu antara agama dan budaya.

    BalasHapus
  2. @Siti bariroh : Kita sebagai umat islam dianjurkan untuk memperingati hari maulid nabi. Karena nabi muhammad adalah suri tauladan bagi umatnya. Tetapi dalam hal ini kita tidak boleh berlebihan. Tetapi dengan adanya budaya yang dilaksanakan akan memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat sehingga akan terjaganya adat istiadat budaya tersebut.

    BalasHapus
  3. Terdapat beberapa kaum ulama yang berpaham Salafi dan Wahhabi yang tidak merayakannya karena menganggap perayaan Maulid Nabi merupakan sebuah bid'ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa kaum muslim yang merayakannya keliru dalam menafsirkannya sehingga keluar dari esensi kegiatannya. Namun demikian, terdapat pula ulama yang berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah hal bid'ah, karena merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

    BalasHapus
  4. tak bisa kita secara pribadi memandang suatu ritual itu salah atau benar.
    butuh proses yang lama dan panjang untuk menfatwakanya benar ataupun salah.
    yang jelas kekita kita tidak melakukan itu cukup kita menghormatinya, dan bagi kita yang melakukan hormati yang lain....

    BalasHapus
  5. assalamualaikum
    peringatan maulud nabi di daerah ku juga ada,mukin semua daerah di jawa memperingati maulud nabi,cuma caranya yang beda.tidak mau pikir panjang yang akhirnya memicu perdebatan atau malah perkelahian(lebay.com) maka dengan gampang aku ucapkan "masalah-masalah di dunia ini pastiterselesaikan tanpa mengacu perdebatan dengan cara sikap TOLERANSI"
    mukin kalian bertanya "bagaimana cara menerapkan sikap toleransi kesemua orang" nah itu masalahnya,karna Allah menciptakam sikap orang berbeda-beda,(comentnya gak nyambung ya?wkwkwk byarin)wassalam

    BalasHapus
  6. maap pak ada yang lupa
    (Siti Rohmaniyah 10470056)KI C

    BalasHapus
  7. asalamu'alaikum....
    sebelumnya apakah peringatan muludan itu ada sunah atau anjurannya, sehingga daerah tersebut merayakannya. menurut saya tradisi muludan tersebut sudah menyimpang dari ajaran islam. sehingga cenderung bersifat musrik. ditambah dengan pembuatan-pembuatan patung tersebut.
    tri nurfitri astuti(10470057)

    BalasHapus
  8. Peringatan spt it ckup bsa unt mempererat rasa kebersamaan, tetapi yg prlu ddi antisipasi jgn smpai berlebihan krn di tkutkn akn mengeataskan hal itu dri pda sang Pencipta.

    BalasHapus
  9. Dalam sebuah ritual memang ada yang meyakini dan pastinya ada pula yang tidak.Dan menurut saya ritual maulud nabi itu merupakan tradisi yang memang sudah melekat pada diri masyarakat yang merayakannya.Dari perayaan tersebut mungkin ada hal-hal yang menurut mereka ada hikmah tersendiri yang didapatkan.Bagi yang tidak meyakini atau tidak merayakan setidaknya cukup menghormati aja yaaa,,,,,,,(nita.p/10470071)

    BalasHapus
  10. @haryani(10470053)benarnya muludan itu hanya untuk memperingati kelahiran nabi Muhammad saw, akan tetapi malah di jadikan sebuah ritual khususnya di jawa, itu berarti sma dengan bid'ah, dan jika kita percaya terhada hal" gaib itu, maka termasuk musrik

    BalasHapus
  11. inti dari mauludan adalah memperingati kelahiran Rosulullah Muhammad SAW, tetapi banyak yang memperingatinya berdasarkan tradisi daerah masin-masing semua itu berdasarkan kepercayaan dan keyakinan setiap individu. selama tidak menyimpang dengan syari'at Islam hal itu sah2 saja.

    (10470080)

    BalasHapus
  12. warsih rohayani/10470077
    ritual dalam acara mauludan menurut saya hanya akan membuang waktu dan menghamburkan uang saja..tapi saya tetap menghargai karena itu sudah menjadi tradisi asal tidak berlebihan...

    BalasHapus
  13. Maulid Nabi adalah memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tetapi banyak juga yang memperingatinya dengan tradisi-tradisi yang sudah melekat itu..tapi jangan memperingati sampe berlebihan karena akan menjadi musyrik.

    BalasHapus
  14. @Ahmad Novianto//10470050//
    Mari kita lestarikan budaya mauludan yang ada di negeri ini dengan selalu positif thinking. . .
    love our culture, love our religion....
    piece, love, and prayyy ...

    BalasHapus
  15. ALIF SARIFUDIN (10470052)
    Tradisi memperingati maulid nabi dalam setiap daerah berbeda-beda,tradisi ritual maulud nabi seperti itu sudah merupakan tradisi yang memang sudah melekat pada diri masyarakat yang merayakannya. Itu semua adalah cara peluapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammad,kita jangan hanya memandang dari sisi negatifnya tetapi kita juga harus memandang dari sisi positifnya juga,apa maksud dan tujuan dari itu semua.
    Yang penting apapun cara memperingatinya yang penting MUHAMMAD SAW ROSULNYA.

    BalasHapus